Home Seputar Erwesongo Jembatan Gantung Sidabowa Dibuka Lagi

Jembatan Gantung Sidabowa Dibuka Lagi

210
0
SHARE
Jembatan Gantung Sidabowa Dibuka Lagi

Keterangan Gambar : Jembatan Gantung Sidabowa

PATIKRAJA - Jembatan Gantung  Desa Sidabowa  Kecamatan Patikraja sudah bisa digunakan kembali. Sebelumnya, jembatan gantung penghubung Desa Sidabowa- Karanganyar Kecamatan Patikraja ini kembali ditutup pada Kamis (17/1) pagi.

Penutupan sementara jembatan tersebut disebabkan kabel sling penahan jembatan putus setelah tertimpa pohon kelapa yang tumbang di sisi barat jembatan. Aris (40) warga RT 1 RW 5 Desa Sidabowa mengatakan, putusnya kabel sling jembatan baru diketahui warga setempat pada Kamis (17/1) pagi.‎ Hujan deras yang terjadi hampir satu malam membuat air Sungai Logawa meluap dan menggerus sayap pondasi jembatan serta membuat pohon kelapa tumbang dan menimpa kabel sling hingga putus.

‎”Pohon kelapa disisi barat bagian utara yang tumbang dan memutuskan kabel sling sisi barat. Kemungkinan karena goyangan yang terlalu besar membuat kabel sling sisi timur tidak kuat dan akhirnya ikut putus juga,” katanya, Minggu (20/1).

Kondisi jembatan yang dirasa membahayakan jika dilewati  membuat perangkat Desa Karanganyar dan Sidabowa menutup jembatan untuk sementara waktu hingga ada perbaikan. “Jangankan dilewati sepeda motor, dilewati orang saja sudah bergoyang luar biasa. Jadi ditutup sementara sampai penggantian kabel sling dilakukan,” ujarnya.

Kadus 1 Desa Sidabowa Dwi Astuti mengatakan, penutupan sementara jembatan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Karena sebelumnya, perangkat dua desa bersama babinsa dan babinkamtibmas sudah menginventarisir akibat dan dampak yang  ditimbulkan. ” Perbaikan jembatan langsung dilakukan mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital dan cukup ramai digunakan masyarakat. Sehari setelahnya sudah dibuka kembali,” katanya.

Meski sudah bisa digunakan kembali namun ia mengimbau pengendara terutama sepeda motor agar tetap berhati-hati dan waspada saat melintas. Pasalnya  meski seling sudah diganti namun ancaman gerusan dari arus Sungai Logawa masih bisa terjadi. “Mengingat saat ini intensitas hujan yang masih tinggi. Arus sungai masih berpotensi menggerus pondasi jembatan jadi diimbau kepada masyarakat yang melintas untuk lebih berhati-hati,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebulan sebelumnya atau pada Rabu (5/12)  pondasi jembatan gantung bagian selatan tersebut  juga mengalami longsor sepanjang 10 meter dengan ketinggian 5 meter. Peristiwa longsornya pondasi sempat memakan korban seorang warga yang tengah memancing. Korban mengalami luka pada bagian kaki hingga harus mendapat perwatan medis di RS Wisnu Husada Notog.

Sumber: Satelitpost